Alternate Reality.

Terkungkung

Lalu aku menjadi gadis di akhir Mei. Yang kadang melompat ketika melihatmu, atau saling sapa. Tapi realita tidak begitu, wahai gadis dua puluh lima November.

Ada yang harus dirindukan. Kebahagianku, kekuatanmu.

Aku rindu melompat senang.

Semoga kamu tahu. Dan mau membantu.


Ya Allah, mudah-mudahan ini sederhana, tetapkanlah selalu pikiran kami melangit, dengan hati yang terus membumi.

— Pidi Baiq


Jejak-jejak itu kamu pungut satu persatu, sedikit demi sedikit, perlahan-lahan. Lalu pada akhirnya, kamu akan bertanya padaku, “Pernahkah kita bertemu?”. Aku akan membisu.

— Mirdza Annisa


Ada satu hal yang setiap hari aku khawatirkan. Aku belum cukup baik untuk kamu, sedangkan banyak yang baik yang lainnya di sekitar kamu. Masih memilih aku?

— Mirdza Annisa